Kamis, 14 April 2011

toefl dan toeic

TOEFL

TOEFL merupakan singkatan dari Test Of English as a Foreign Language. TOEFL adalah standardisasi kemampuan bahasa inggris seseorang secara tertulis (de jure) yang meliputi empat aspek penguasaan: Listening, Writing dan Reading.Sistem penilaian TOEFL menggunakan konversi dari setiap jawaban yang benar. Nilai TOEFL tertinggi yang bisa dicapai seseorang adalah 675.

A. Apakah nilai TOEFL seseorang menjamin kemampuan bahasa inggris seseorang?

Umumnya, orang memahami bahwa bahasa inggris adalah speaking, conversation, cas cis cus dan seterusnya. Bahasa inggris mengcover 4 skill utama yaitu: Listening (pencernaan kata melalui pendengaran), Writing (pencernaan kata melalui tulisan dan tata bahasanya), reading (pencernaan makna sebuah text bahasa) dan Speaking (mampu mengucapkannya).

Berbicara tentang penguasaan bahasa, maka tidak bisa dilepaskan dari penguasaan empat skill tadi, secara sempurna. Namun, banyak yang beranggapan, yang penting adalah kemampuan mengucapkannya, meski dengan tata bahasa yang penuh toleransi dan pilihan kata yang seadanya dan asal ketemu.

Dari makna pembicaraan, ucapan tersebut memiliki pengertian. Tetapi kita juga tahu, kualitas seseorang diketahui dari caranya berbicara, terlebih penggunaan diksinya (pilihan kata).



B. Tujuan Test TOEFL

TOEFL memiliki dua tujuan umum yaitu: Academic dan General. Dalam bentuk yang sama, sertifikasi rekomendasi TOEFL bisa gunakan untuk kedua hal tadi.Academic adalah menggunakan test untuk tujuan pendidikan, penelitian atau yang berhubungan dengan kegiatan akademis di luar negeri, ataupun di Indonesia. Untuk paska sarjana, biasanya nilai minimal adalah 550. sedangkan untuk S1 adalah 500

General pada umumnya digunakan untuk tujuan pekerjaan, kenaikan pangkat atau tugas kerja. Banyak perusahaan yang memasang standar bahasa inggris karyawannya dengan melihat nilai TOEFL – nya. Umumnya, nilai TOEFL minimal adalah 500 untuk kenaikan pangkat standar.

Sepanjang yang saya temui, kisaran nilai TOEFL rata – rata orang indonesia dengan jenjang pendidikan minimal S1 sangat fluktuatif. Bahkan ada beberapa yang tidak mengetahui apa dan untuk apa itu TOEFL (mereka membaca dengan : ”tufl”). Tidak demikian dengan para pengambil jurusan bahasa inggris semasa kuliah. Minimal mereka tahu, apa itu TOEFL. Meski demikian, nilai TOEFL seorang mahasiswa atau lulusan jurusan bahasa inggris sekalipun tidak menjamin tinggi. Pada beberapa kali case recruiment, saya mendapati beberapa applicant mendapatkan nilai TOEFL 300, padahal di lamarannya, yang bersangkutan adalah alumni sebuah ABA (Akademi Bahasa Asing).Sedangkan secara umum, fluktuasi nilai TOEFL rata – ratanya berkisar antara 300 sampai 600.

TOEIC

A. Sejarah Tes TOEIC


ETS (Educational Test Service) sebuah organisasi yang membaktikan dirinya bagi pengukuran edukasional dan penelitian dalam kebijakan pendidikan dan psychometrics, merancang dan menciptakan tes TOIC pada tahun 1979 berdasarkan permintaan pemimpin-pemimpin bisnis Jepang. Selama bertahun-tahun, tes TOEIC diadopsi oleh banyak negara lain dan dengan cepat menjadi standar global bagi penentuan kemampuan berbahasa Inggris pada konteks yang berhubungan dengan kerja.


The Chauncey Group International Ltd., sebuah subsidiary dari ETS, mengembangkan dan menerbitkan tes TOEIC. The Chauncey Group International adalah sebuah perusahaan testing yang mengkhususkan diri pada profesional licensing exams dan sertifikasi keterampilan dan kemajuan di tempat kerja. Markas The Chauncey Group International terletak di Princeton, New Jersey, USA, kantor Eropanya (Chauncey Group Europe SA) berada di Paris, Prancis [12]. http://www.lintasberita.com/buttons_lb/lintasberita-100x20.gif

A. Pengertian Tes TOEIC

Tes TOEIC (Test of English for International Communication) adalah tes keahlian berbahasa Inggris untuk orang-orang yang bahasaibunya bukan Bahasa Ingris. Tes TOEIC dapat mengukur kemampuan berbahasa Inggris untuk individu yang bekerja di lingkungan internasional dalam kesehariannya. Nilai-nilainya menunjukkan seberapa baik seseorang dapat berkomunikasi dalam Bahasa Inggris dengan individu lainnya dalam berbisnis, perdagangan dan industri. Ts ini tidak memerlukan pengetahuan khusus atau istilah yang tidak umum ang digunakan orang dalam aktivitasnya sehari-hari.



B. Teori TOEIC


TOEIC (Test of English for International Communication) adalah tes kemahiran Bahasa Inggris bagi orang-orang yang bahasa aslinya bukan Bahasa Inggris. Skor tes TOEIC menunjukkan seberapa baik orang dapat berkomunikasi dalam Bahasa Inggris dengan orang lain pada lingkungan kerja global. Tes tersebut tidak memerlukan pengetahuan atau kosakata khusus, tes ini hanya mengukur jenis bahasa Inggris yang dipakai dalam aktivitas sehari-hari [10].

Tes TOEIC adalah tes kemahiran berbahasa Inggris yang terkemuka di dunia pada konteks lingkungan kerja global. Lebih dari 4.000 perusahaan di seluruh dunia memakai tes TOEIC, dan lebih dari 2 juta orang mendaftar guna mengambil tes ini setiap tahun [11].

Format Tes TOEIC
Tes TOEIC adalah tes pilihan ganda, yang terdiri dari 200 pertanyaan yang dibagi ke dalam dua bagian waktu terpisah selama dua jam.

Bagian – Bagian Soal Tes TOEIC


Pemahaman Mendengar (listening)
Bagian ini terdiri dari 100 pertanyaan dan dibagi ke dalam empat bagian. Peserta tes mendengar rekaman tentang pernyataan, pertanyaan, percakapan pendek, dan penjelasan singkat, kemudian menjawab pertanyaan-pertanyaan berdasarkan pada segmen-segmen mendengar. Keseluruhan Bagian Pemahaman Pendengaran membutuhkan kira-kira 45 menit. Di bagian ini terbagi empat part yaitu part satu Photographs yang terdiri dari dua puluh soal dengan empat jawaban pilihan. Part kedua yaitu Questions and Response terdiri dari tiga puluh soal dan tiga pilihan jawaban. Part tiga yaitu Short Conversations terdiri dari tiga puluh soal dan empat pilihan jawaban, dan part empat Short Talks terdiri dari dua puluh soal dan empat pilihan jawaban.

Bacaan (Reading)
Bagian bacaan terdiri dari 100 pertanyaan yang disajikan dalam format tertulis pada buku tes. Peserta membaca berbagai macam bahan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan berdasarkan kecepatan mereka sendiri yang sesuai dengan bahan bacaan itu sendiri. Keseluruhan bagian bacaan memerlukan 75 menit. Bagian ini terdiri dari 3 bagian, lanjutan dari bagian pemahaman mendengar. Part lima Incomplete Sentences terdiri dari 40 soal dan empat pilihan jawaban. Part enam yaitu Error Recognition terdiri dari dua puluh soal dan empat pilihan jawaban. Part tujuh yaitu Reading Comprehension terdiri dari empat puluh soal dan empat pilihan jawaban.
Peserta menjawab pertanyaan dengan menandai salah satu dari huruf (A), (B), (C), (D) dengan pensil pada lembah jawaban yang terpisah. Meskipun waktu testing yang sebenarnya adalah kira-kira dua jam waktu tambahan yang diperlukan peserta guna menyelesaikan pertanyaan biografi pada lembar jawaban dan merespon questionnaire singkat tentang pendidikan dan sejarah kerja mereka.

Isi Tes TOEIC
Tes TOEIC dirancang untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja. Pertanyaan-pertanyaan tes dikembangkan dari contoh-contoh bahasa lisan dan tertulis yang dikumpulkan dari berbagai negara di seluruh dunia, di mana Bahasa Inggris dipakai di tempat kerja. Pertanyaan-pertanyaan tes berisikan banyak suasana dan situasi yang berbeda, seperti General business (kontrak, perundingan, pemasaran, penjualan, perencanaan bisnis, konferensi), Manufacturing (manajemen pabrik, lini perakitan, pengendalian kualitas), Finance and budgeting (perbankan, penanaman modal, perpajakan, akunting, penagihan), Corporate development (penelitian, pengembangan produk.) Offices (papan pertemuan, surat-menyurat, memo, telefon, faks, dan pesan-pesan e-mail, peralatan dan perabotan kantor, prosedur perkantoran), Personnel (penerimaan, mempekerjakan, pensiun, gaji, promosi, lamaran kerja, periklanan), Purchasing (pembelanjaan, pemesanan, pengiriman, pembatalan), Technical areas (elektronik, teknologi, spesifikasi, pembeliaan dan penyewaan, layanan listrik dan gas), Travel (kereta api, pesawat terbang, taksi, bus, kapal, feri, tiket, jadwal, pengumuman stasiun dan lapangan terbang, penyewaan mobil, hotel, reservasi, keterlambatan dan penundaan), Dining out (makan siang bisnis dan informal, resepsi, reservasi restoran). Entertainment (bioskop, theater, musik, seni, media), Health (asuransi kesehatan, mengunjungi dokter, dokter gigi, klinik, rumah sakit).

Meskipun bahasa dari suasana-suasana di atas mengetengahkan konteks pertanyaan-pertanyaan ujian, peserta tidak diharuskan mengetahui kosakata bisnis dan teknik khusus. Test TOEIC cocok digunakan di semua lingkungan, di mana Bahasa Inggris digunakan oleh penutur asli dari bahasa-bahasa lain.

Ada beberapa perbedaan, antara TOEIC dan TOEFL. Dalam hal tujuan, TOEFL dipakai untuk kepentingan akademis. Sedangkan TOEIC digunakan untuk mencari kerja, bisnis, dan komunikasi. Jadi, TOEIC as a life skill, lebih ke aplikasi, karena tiap hari dipraktekkan.

Lalu, dalam perbandingan hasil penilaian pun berbeda. Untuk TOEFL, lebih kepada nilai untuk individu dan institusi saja. Sedangkan TOEIC, selain untuk score individu juga berguna dalam sertifikat, benchmarking report dan analisis. Perbedaan yang lain terlihat dalam jenis tes. Sebab, dalam TOIEC yang diujikan hanya listening dan reading saja. Berbeda dengan TOEFL yang juga menyertakan tes speaking dan writing.
C. Perbedaan antara TOEFL dan TOIEC


Akan tetapi, jika dilihat dari sisi kebutuhan dan usia, akan dapat dipilih mana yang mestinya digunakan. Misalnya saja pelajar lebih memerlukan TOEFL dibanding TOIEC. Ini karena dalam mata pelajaran mereka masih termuat writing. Namun, di luar itu, seharusnya dalam TOIEC juga ada latihan untuk writing. Sebab, bagaimanapun juga kemampuan ini juga dibutuhkan di dunia kerja.

Selain itu, karena TOIEC menggunakan standar internasional, mungkin wajar saja jika harga ujiannya mahal. Kabarnya, sekali tes memerlukan dana sekitar 400 ribu per orang. Harga ini bisa dikatakan cukup tinggi untuk kalangan masyarakat umum, apalagi bagi mahasiswa. Tidak semua orang mampu memenuhinya. Berbeda dengan TOEFL yang ‘lumayan’ terjangkau, cukup dengan 30 ribu saja, tes sudah dapat dilakukan. Ini menjadi suatu pertimbangan lain untuk menimbang-nimbang antara dua jenis test ini. Jadi, sesuaikan dengan isi ‘doku’-lah.

Apakah TOEIC itu? Dan apa bedanya pula dengan TOEFL?

TOEFL, GRE, SAT dan TOEIC merupakan produk-produk tes yang dikeluarkan ETS (Educational Testing Service) yang berpusat di AS dan telah beroperasi lebih dari 40 tahun. Selama ini produk uji kemampuan bahasa Inggris dari ETS yang paling populer di Indonesia adalah TOEFL (Test of English As Foreign Language). Namun, tes TOEFL tersebut sesungguhnya dirancang untuk keperluan akademis yakni bagi siapa saja yang ingin melanjutkan studi ke AS dan Amerika Utara. Selama ini, kalangan perusahaan di Indonesia pun ikut memasang skor TOEFL sebagai persyaratan rekrutmen karyawan.

Penggunaaan skor TOEFL untuk dunia kerja ternyata kurang efektif. Oleh karena itu, kemudian terjadi tren dari perusahaan-perusahaan yang bermaksud merekrut karyawan untuk beralih ke TOEIC (Test of English for International Communication). TOEIC sudah diselenggarakan ETS selama 25 tahun di seluruh dunia. ” Di Indonesia tes TOEIC mulai diperkenalkan pada tahun 1999,” kata Julivan E. Rondonuwu dari PT International Test Center, perwakilan ETS di Indonesia.TOEIC merupakan tes keahlian berbahasa Inggris untuk orang-orang yang bahasa ibunya bukan Bahasa Inggris. Tes TOEIC dapat mengukur kemampuan berbahasa Inggris untuk individu yang bekerja di lingkungan internasional dalam kesehariannya.

Nilai-nilainya menunjukkan seberapa baik seseorang dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan individu lainnya dalam berbisnis,perdagangan dan industri. Tes ini tidak memerlukan pengetahuan khusus atau istilah yang tidak umum seperti yang terdapat dalam tes TOEFL.Oleh karena itu, materi tes TOEIC lebih mudah dibandingkan tes TOEFL karena hanya merupakan tes pilihan ganda selama 2 (dua) jam yang dibagi dalam sesi mendengarkan dan sesi membaca.

Oleh karena itu tes TOEIC dipandang cocok bagi karyawan atau staf yang menggunakan bahasa Inggris di lingkungannya seperti bisnis, hotel, rumah sakit, restoran, pertemuan internasional, konferensi dan even olahraga. Demikian pula staf manajemen, sales dan karyawan teknik dalam bisnis internasional, perdagangan dan industri yang membutuhkan Bahasa Inggris dalam pekerjaan mereka.

Skor TOEIC dimulai dari angka 400 hingga 990. Ada enam level yakni level 0/0+ Novice (skor 10-250), level 1 Elementary (skor 255-400), level 1+ Intermediate (skor 405-600), level 2 Basic Working Proficiency (skor 605-780), level 2+ Advance Working Profiency ( skor 785-900) dan level 3/3+ General Professional Proficiency (skor 905-990).Seorang calon karyawan biasa minimal harus memiliki skor TOEIC sebesar 400. Sementara seorang calon manajer minimal harus memiliki skor TOEIC sebesar 800.

Seseorang yang memiliki skor TOEIC 405-600 , misalnya, dalam mendengarkan mampu mengerti penjelasan yang berkaitan dengan tugas rutin sehari-hari , mengerti pengumuman-pengumuman selama dalam perjalanan dan mengusai percakapan social yang terbatas. Dalam hal berbicara mampu menerangkan tanggung jawab kerj adan latar belakang akademis serta melakukan diskusi tentang proyek di masa lalu dan masa yang akan datang. Sedangkan dalam hal membaca masih membutuhkan kamus untuk memahami dokumen-dokumen teknik. Dan terakhir dalam hal menulis orang yang memiliki level intermediate itu mampu menulis memo pendek, surat komplain dan mengisi formulir aplikasi sederhana.



















Nama : Ester Lina Betaria

NPM : 20208458

Kelas : 3EB06



TOEFL

TOEFL merupakan singkatan dari Test Of English as a Foreign Language. TOEFL adalah standardisasi kemampuan bahasa inggris seseorang secara tertulis (de jure) yang meliputi empat aspek penguasaan: Listening, Writing dan Reading.Sistem penilaian TOEFL menggunakan konversi dari setiap jawaban yang benar. Nilai TOEFL tertinggi yang bisa dicapai seseorang adalah 675.

A. Apakah nilai TOEFL seseorang menjamin kemampuan bahasa inggris seseorang?

Umumnya, orang memahami bahwa bahasa inggris adalah speaking, conversation, cas cis cus dan seterusnya. Bahasa inggris mengcover 4 skill utama yaitu: Listening (pencernaan kata melalui pendengaran), Writing (pencernaan kata melalui tulisan dan tata bahasanya), reading (pencernaan makna sebuah text bahasa) dan Speaking (mampu mengucapkannya).

Berbicara tentang penguasaan bahasa, maka tidak bisa dilepaskan dari penguasaan empat skill tadi, secara sempurna. Namun, banyak yang beranggapan, yang penting adalah kemampuan mengucapkannya, meski dengan tata bahasa yang penuh toleransi dan pilihan kata yang seadanya dan asal ketemu.

Dari makna pembicaraan, ucapan tersebut memiliki pengertian. Tetapi kita juga tahu, kualitas seseorang diketahui dari caranya berbicara, terlebih penggunaan diksinya (pilihan kata).



B. Tujuan Test TOEFL

TOEFL memiliki dua tujuan umum yaitu: Academic dan General. Dalam bentuk yang sama, sertifikasi rekomendasi TOEFL bisa gunakan untuk kedua hal tadi.Academic adalah menggunakan test untuk tujuan pendidikan, penelitian atau yang berhubungan dengan kegiatan akademis di luar negeri, ataupun di Indonesia. Untuk paska sarjana, biasanya nilai minimal adalah 550. sedangkan untuk S1 adalah 500

General pada umumnya digunakan untuk tujuan pekerjaan, kenaikan pangkat atau tugas kerja. Banyak perusahaan yang memasang standar bahasa inggris karyawannya dengan melihat nilai TOEFL – nya. Umumnya, nilai TOEFL minimal adalah 500 untuk kenaikan pangkat standar.

Sepanjang yang saya temui, kisaran nilai TOEFL rata – rata orang indonesia dengan jenjang pendidikan minimal S1 sangat fluktuatif. Bahkan ada beberapa yang tidak mengetahui apa dan untuk apa itu TOEFL (mereka membaca dengan : ”tufl”). Tidak demikian dengan para pengambil jurusan bahasa inggris semasa kuliah. Minimal mereka tahu, apa itu TOEFL. Meski demikian, nilai TOEFL seorang mahasiswa atau lulusan jurusan bahasa inggris sekalipun tidak menjamin tinggi. Pada beberapa kali case recruiment, saya mendapati beberapa applicant mendapatkan nilai TOEFL 300, padahal di lamarannya, yang bersangkutan adalah alumni sebuah ABA (Akademi Bahasa Asing).Sedangkan secara umum, fluktuasi nilai TOEFL rata – ratanya berkisar antara 300 sampai 600.

TOEIC

A. Sejarah Tes TOEIC


ETS (Educational Test Service) sebuah organisasi yang membaktikan dirinya bagi pengukuran edukasional dan penelitian dalam kebijakan pendidikan dan psychometrics, merancang dan menciptakan tes TOIC pada tahun 1979 berdasarkan permintaan pemimpin-pemimpin bisnis Jepang. Selama bertahun-tahun, tes TOEIC diadopsi oleh banyak negara lain dan dengan cepat menjadi standar global bagi penentuan kemampuan berbahasa Inggris pada konteks yang berhubungan dengan kerja.


The Chauncey Group International Ltd., sebuah subsidiary dari ETS, mengembangkan dan menerbitkan tes TOEIC. The Chauncey Group International adalah sebuah perusahaan testing yang mengkhususkan diri pada profesional licensing exams dan sertifikasi keterampilan dan kemajuan di tempat kerja. Markas The Chauncey Group International terletak di Princeton, New Jersey, USA, kantor Eropanya (Chauncey Group Europe SA) berada di Paris, Prancis [12]. http://www.lintasberita.com/buttons_lb/lintasberita-100x20.gif

A. Pengertian Tes TOEIC

Tes TOEIC (Test of English for International Communication) adalah tes keahlian berbahasa Inggris untuk orang-orang yang bahasaibunya bukan Bahasa Ingris. Tes TOEIC dapat mengukur kemampuan berbahasa Inggris untuk individu yang bekerja di lingkungan internasional dalam kesehariannya. Nilai-nilainya menunjukkan seberapa baik seseorang dapat berkomunikasi dalam Bahasa Inggris dengan individu lainnya dalam berbisnis, perdagangan dan industri. Ts ini tidak memerlukan pengetahuan khusus atau istilah yang tidak umum ang digunakan orang dalam aktivitasnya sehari-hari.



B. Teori TOEIC


TOEIC (Test of English for International Communication) adalah tes kemahiran Bahasa Inggris bagi orang-orang yang bahasa aslinya bukan Bahasa Inggris. Skor tes TOEIC menunjukkan seberapa baik orang dapat berkomunikasi dalam Bahasa Inggris dengan orang lain pada lingkungan kerja global. Tes tersebut tidak memerlukan pengetahuan atau kosakata khusus, tes ini hanya mengukur jenis bahasa Inggris yang dipakai dalam aktivitas sehari-hari [10].

Tes TOEIC adalah tes kemahiran berbahasa Inggris yang terkemuka di dunia pada konteks lingkungan kerja global. Lebih dari 4.000 perusahaan di seluruh dunia memakai tes TOEIC, dan lebih dari 2 juta orang mendaftar guna mengambil tes ini setiap tahun [11].

Format Tes TOEIC
Tes TOEIC adalah tes pilihan ganda, yang terdiri dari 200 pertanyaan yang dibagi ke dalam dua bagian waktu terpisah selama dua jam.

Bagian – Bagian Soal Tes TOEIC


Pemahaman Mendengar (listening)
Bagian ini terdiri dari 100 pertanyaan dan dibagi ke dalam empat bagian. Peserta tes mendengar rekaman tentang pernyataan, pertanyaan, percakapan pendek, dan penjelasan singkat, kemudian menjawab pertanyaan-pertanyaan berdasarkan pada segmen-segmen mendengar. Keseluruhan Bagian Pemahaman Pendengaran membutuhkan kira-kira 45 menit. Di bagian ini terbagi empat part yaitu part satu Photographs yang terdiri dari dua puluh soal dengan empat jawaban pilihan. Part kedua yaitu Questions and Response terdiri dari tiga puluh soal dan tiga pilihan jawaban. Part tiga yaitu Short Conversations terdiri dari tiga puluh soal dan empat pilihan jawaban, dan part empat Short Talks terdiri dari dua puluh soal dan empat pilihan jawaban.

Bacaan (Reading)
Bagian bacaan terdiri dari 100 pertanyaan yang disajikan dalam format tertulis pada buku tes. Peserta membaca berbagai macam bahan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan berdasarkan kecepatan mereka sendiri yang sesuai dengan bahan bacaan itu sendiri. Keseluruhan bagian bacaan memerlukan 75 menit. Bagian ini terdiri dari 3 bagian, lanjutan dari bagian pemahaman mendengar. Part lima Incomplete Sentences terdiri dari 40 soal dan empat pilihan jawaban. Part enam yaitu Error Recognition terdiri dari dua puluh soal dan empat pilihan jawaban. Part tujuh yaitu Reading Comprehension terdiri dari empat puluh soal dan empat pilihan jawaban.
Peserta menjawab pertanyaan dengan menandai salah satu dari huruf (A), (B), (C), (D) dengan pensil pada lembah jawaban yang terpisah. Meskipun waktu testing yang sebenarnya adalah kira-kira dua jam waktu tambahan yang diperlukan peserta guna menyelesaikan pertanyaan biografi pada lembar jawaban dan merespon questionnaire singkat tentang pendidikan dan sejarah kerja mereka.

Isi Tes TOEIC
Tes TOEIC dirancang untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja. Pertanyaan-pertanyaan tes dikembangkan dari contoh-contoh bahasa lisan dan tertulis yang dikumpulkan dari berbagai negara di seluruh dunia, di mana Bahasa Inggris dipakai di tempat kerja. Pertanyaan-pertanyaan tes berisikan banyak suasana dan situasi yang berbeda, seperti General business (kontrak, perundingan, pemasaran, penjualan, perencanaan bisnis, konferensi), Manufacturing (manajemen pabrik, lini perakitan, pengendalian kualitas), Finance and budgeting (perbankan, penanaman modal, perpajakan, akunting, penagihan), Corporate development (penelitian, pengembangan produk.) Offices (papan pertemuan, surat-menyurat, memo, telefon, faks, dan pesan-pesan e-mail, peralatan dan perabotan kantor, prosedur perkantoran), Personnel (penerimaan, mempekerjakan, pensiun, gaji, promosi, lamaran kerja, periklanan), Purchasing (pembelanjaan, pemesanan, pengiriman, pembatalan), Technical areas (elektronik, teknologi, spesifikasi, pembeliaan dan penyewaan, layanan listrik dan gas), Travel (kereta api, pesawat terbang, taksi, bus, kapal, feri, tiket, jadwal, pengumuman stasiun dan lapangan terbang, penyewaan mobil, hotel, reservasi, keterlambatan dan penundaan), Dining out (makan siang bisnis dan informal, resepsi, reservasi restoran). Entertainment (bioskop, theater, musik, seni, media), Health (asuransi kesehatan, mengunjungi dokter, dokter gigi, klinik, rumah sakit).

Meskipun bahasa dari suasana-suasana di atas mengetengahkan konteks pertanyaan-pertanyaan ujian, peserta tidak diharuskan mengetahui kosakata bisnis dan teknik khusus. Test TOEIC cocok digunakan di semua lingkungan, di mana Bahasa Inggris digunakan oleh penutur asli dari bahasa-bahasa lain.

Ada beberapa perbedaan, antara TOEIC dan TOEFL. Dalam hal tujuan, TOEFL dipakai untuk kepentingan akademis. Sedangkan TOEIC digunakan untuk mencari kerja, bisnis, dan komunikasi. Jadi, TOEIC as a life skill, lebih ke aplikasi, karena tiap hari dipraktekkan.

Lalu, dalam perbandingan hasil penilaian pun berbeda. Untuk TOEFL, lebih kepada nilai untuk individu dan institusi saja. Sedangkan TOEIC, selain untuk score individu juga berguna dalam sertifikat, benchmarking report dan analisis. Perbedaan yang lain terlihat dalam jenis tes. Sebab, dalam TOIEC yang diujikan hanya listening dan reading saja. Berbeda dengan TOEFL yang juga menyertakan tes speaking dan writing.
C. Perbedaan antara TOEFL dan TOIEC


Akan tetapi, jika dilihat dari sisi kebutuhan dan usia, akan dapat dipilih mana yang mestinya digunakan. Misalnya saja pelajar lebih memerlukan TOEFL dibanding TOIEC. Ini karena dalam mata pelajaran mereka masih termuat writing. Namun, di luar itu, seharusnya dalam TOIEC juga ada latihan untuk writing. Sebab, bagaimanapun juga kemampuan ini juga dibutuhkan di dunia kerja.

Selain itu, karena TOIEC menggunakan standar internasional, mungkin wajar saja jika harga ujiannya mahal. Kabarnya, sekali tes memerlukan dana sekitar 400 ribu per orang. Harga ini bisa dikatakan cukup tinggi untuk kalangan masyarakat umum, apalagi bagi mahasiswa. Tidak semua orang mampu memenuhinya. Berbeda dengan TOEFL yang ‘lumayan’ terjangkau, cukup dengan 30 ribu saja, tes sudah dapat dilakukan. Ini menjadi suatu pertimbangan lain untuk menimbang-nimbang antara dua jenis test ini. Jadi, sesuaikan dengan isi ‘doku’-lah.

Apakah TOEIC itu? Dan apa bedanya pula dengan TOEFL?

TOEFL, GRE, SAT dan TOEIC merupakan produk-produk tes yang dikeluarkan ETS (Educational Testing Service) yang berpusat di AS dan telah beroperasi lebih dari 40 tahun. Selama ini produk uji kemampuan bahasa Inggris dari ETS yang paling populer di Indonesia adalah TOEFL (Test of English As Foreign Language). Namun, tes TOEFL tersebut sesungguhnya dirancang untuk keperluan akademis yakni bagi siapa saja yang ingin melanjutkan studi ke AS dan Amerika Utara. Selama ini, kalangan perusahaan di Indonesia pun ikut memasang skor TOEFL sebagai persyaratan rekrutmen karyawan.

Penggunaaan skor TOEFL untuk dunia kerja ternyata kurang efektif. Oleh karena itu, kemudian terjadi tren dari perusahaan-perusahaan yang bermaksud merekrut karyawan untuk beralih ke TOEIC (Test of English for International Communication). TOEIC sudah diselenggarakan ETS selama 25 tahun di seluruh dunia. ” Di Indonesia tes TOEIC mulai diperkenalkan pada tahun 1999,” kata Julivan E. Rondonuwu dari PT International Test Center, perwakilan ETS di Indonesia.TOEIC merupakan tes keahlian berbahasa Inggris untuk orang-orang yang bahasa ibunya bukan Bahasa Inggris. Tes TOEIC dapat mengukur kemampuan berbahasa Inggris untuk individu yang bekerja di lingkungan internasional dalam kesehariannya.

Nilai-nilainya menunjukkan seberapa baik seseorang dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan individu lainnya dalam berbisnis,perdagangan dan industri. Tes ini tidak memerlukan pengetahuan khusus atau istilah yang tidak umum seperti yang terdapat dalam tes TOEFL.Oleh karena itu, materi tes TOEIC lebih mudah dibandingkan tes TOEFL karena hanya merupakan tes pilihan ganda selama 2 (dua) jam yang dibagi dalam sesi mendengarkan dan sesi membaca.

Oleh karena itu tes TOEIC dipandang cocok bagi karyawan atau staf yang menggunakan bahasa Inggris di lingkungannya seperti bisnis, hotel, rumah sakit, restoran, pertemuan internasional, konferensi dan even olahraga. Demikian pula staf manajemen, sales dan karyawan teknik dalam bisnis internasional, perdagangan dan industri yang membutuhkan Bahasa Inggris dalam pekerjaan mereka.

Skor TOEIC dimulai dari angka 400 hingga 990. Ada enam level yakni level 0/0+ Novice (skor 10-250), level 1 Elementary (skor 255-400), level 1+ Intermediate (skor 405-600), level 2 Basic Working Proficiency (skor 605-780), level 2+ Advance Working Profiency ( skor 785-900) dan level 3/3+ General Professional Proficiency (skor 905-990).Seorang calon karyawan biasa minimal harus memiliki skor TOEIC sebesar 400. Sementara seorang calon manajer minimal harus memiliki skor TOEIC sebesar 800.

Seseorang yang memiliki skor TOEIC 405-600 , misalnya, dalam mendengarkan mampu mengerti penjelasan yang berkaitan dengan tugas rutin sehari-hari , mengerti pengumuman-pengumuman selama dalam perjalanan dan mengusai percakapan social yang terbatas. Dalam hal berbicara mampu menerangkan tanggung jawab kerj adan latar belakang akademis serta melakukan diskusi tentang proyek di masa lalu dan masa yang akan datang. Sedangkan dalam hal membaca masih membutuhkan kamus untuk memahami dokumen-dokumen teknik. Dan terakhir dalam hal menulis orang yang memiliki level intermediate itu mampu menulis memo pendek, surat komplain dan mengisi formulir aplikasi sederhana.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar